Berita

Uji Daya Kecambah

Pengadaan benih dan bibit bermutu merupakan upaya penting untuk mendukung keberhasilan pembangunan hutan dan rehabilitasi lahan. Pentingnya penggunaan benih dan/atau bibit bermutu dinyatakan dalam Pasal 23 ayat 1 Permenhut No. P.01/Menhut-II/2009 tentang Penyelenggaraan Perbenihan Tanaman Hutan yang menyatakan “Setiap benih dan/atau bibit yang beredar harus berkualitas dan dilengkapi dengan dokumen mutu fisik/fisiologis dan genetik”.

Untuk mendapatkan benih bermutu baik, benih harus diperoleh dari sumber benih dan ditangani dengan prosedur yang benar. Selain itu perlu juga sistem pengawasan atau pengendalian mutu sehingga benih yang beredar mendapatkan jaminan mutu melalui sistem sertifikasi mutu benih (Sadjad, 1997; Schmidt, 2000; Kartiko, 2002; Sudrajat dan Nurhasybi, 2009). Pengujian di GerminatorSistem tersebut dalam pelaksanaannya memerlukan perangkat pendukung berupa standar pengujian dan standar mutu benih. Begitu pula untuk mendapatkan bibit yang bermutu baik, selain harus berasal dari benih dan sumber benih yang berkualitas. Bibit yang beredar harus melalui sistem sertifikasi yang dalam pelaksanaannya berdasarkan standar mutu bibit.

Dalam rangka menentukan standar kualitas benih dan bibit tanaman hutan, Kementerian Kehutanan melalui Direktorat Bina Perbenihan Tanaman Hutan berupaya menyusun standar mutu fisik-benih dan bibit tanaman hutan serta menyempurnakan standar yang telah disusun sebelumnya. Pelaksanaannya merupakan hasil kerjasama Kelompok Kerja Pembuatan Standar Mutu Benih dan Standar Mutu Bibit yang terdiri dari Direktorat Bina Perbenihan Tanaman Hutan, Balai Penelitian Teknologi Perbenihan Tanaman Hutan (BPTPTH) Bogor, para ahli perbenihan, dan didukung oleh Balai Perbenihan Tanaman Hutan (BPTH) seluruh Indonesia termasuk BPTH Bali dan Nusa Tenggara.

Kegiatan standarisasi mutu benih dan mutu bibit ini telah berjalan sejak tahun 2009 dan hingga tahun 2011 telah berhasil menyusun standar mutu benih untuk 63 jenis tanaman hutan. Sedangkan untuk mutu bibit, hingga tahun 2011 telah berhasil menyusun standar mutu bibit untuk 51 jenis tanaman hutan. Pada tahun 2012 ini BPTH Bali dan Nusa Tenggara telah melaksanakan pengujian benih untuk standarisasi mutu benih sebanyak 60 lot benih yang terdiri dari 33 jenis tanaman. Berikut jenis benih yang diujikan :

No. Jenis Tanaman Nama Botani
1. Intaran/Mimba Azadirachta indica
2. Ketimunan   
Gyrinops versteegii
3. Cendana   
Santalum album
4. Rijasa   
Elaeocarpus grandoflora
5. Cempaka Putih Michelia alba
6. Nagasari   
Mesua ferrea
7. Kemiri   
Aleurites moluccana
8. Tanjung
Mimusops elengi
9. Asam Tamarindus indica
10. Ampupu   
Eucalyptus urophylla
11. Kesambi Schleicera oleosa
12. Rajumas Duabanga moluccana
13 Sawo Kecik Manilkara kauki
14. Tumih   
Combretocarpus ratundus
15. Bungur   
Lagerstroemia speciosa
16. Angsana  
Pterocarpus indicus
17. Bambang Lanang
Michelia champaca
18. Jabon
Anthocephalus cadamba
19. Wasian/Uru
Elmerrllia tsiampacca
20. Nyatoh
Palaquium dasyphyllum
21. Asa
Castanopsis argentea
22. Saga
Adenanthera microsperma
23. Buangin/Cemara Gunung Casuarina junghuniana
24.
Spadotea/Kecrutan/Kiacret
Spathodea campanulata
25. Samama   
Anthocephalus macrophylla
26 Gosale   
Eugenia sp.
27. Binuang Bini  
Octomeles sumatrana
28. Kutan
Eugenia sp.
29. Torem
Manilakara kanosiensis
30. Cemara Laut
Casuarina equisetifolia
31. Gempol
Nauclea orientalis
32. Ketapang
Terminalia catappa
33. Glodok Tiang
Polyalthia longifolia

Sedangkan untuk standarisasi mutu bibit BPTH Bali dan Nusa Tenggara telah menguji sebanyak 71 lot bibit yang terdiri dari 50 jenis tanaman. Berikut jenis bibit yang diujikan :

No. Jenis Tanaman Nama Botani
1. Intaran/Mimba
Azadirachta indica
2. Ketimunan
Gyrinops versteegii
3. Cendana Santalum album
4. Rijasa
Elaeocarpus grandiflora
5. Cempaka Putih
Michelia alba
6. Nagasari
Mesua ferrea
7. Kemiri
Aleurites moluccana
8. Tanjung
Mimusops elengi
9. Asam
Tamarindus indica
10. Ampupu
Eucalyptus urophylla
11. Kesambi
Schleicera oleosa
12. Rajumas
Duabanga moluccana
13. Sawo Kecik
Manilkara kauki
14. Glodok Tiang
Polyalthia longifolia
15. Kluwih
Artocarpus camansi
16. Beringin
Ficus benjamina
17. Klicung
Dyospyros malabarica
18. Nangka
Artocarpus heterophyllus
19. Ipil
Instia bijuga
20. Jabon
Anthocephalus cadamba
21. Buni Antidesma bunius
22. Angih
Glycosmis cyanocarpa
23. Kuanitan
Dysoxylum cyrtobotryum
24. Sengon Merah Albizia chinensis
25. Tumih
Combretocarpus ratundus
26. Bungur
Lagerstroemia speciosa
27. Geronggang
Cratoxylon arborencens
28. Kepuh/Nitas
Sterulia foetida
29. Pulai
Alstonia scholaris
30. Krasikarpa
Acacia crassicarpa
31. Angsana
Pterocarpus indicus
32. Bambang Lanang
Michelia champaca
33. Kayu Kuku
Periocopsis mooniana
34. Bintangur/Nyamplung
Callophyllum inophyllum
35. Wasian/Uru Elmerrllia tsiampacca
36. Nyatoh
Palaquium dasyphyllum
37. Asa
Castanopsis argentea
38. Saga
Adenanthera microsperma
39. Buangin/Cemara Gunung  
Casuarina junghuniana
40. Spadotea/Kecrutan
Spathodea campanulata
41 Yeer
Melia exelsa
42. Samama
Anthocephalus macrophylla
43. Gosale
Eugenia sp.
44. Binuang
Octomeles sumatrana
45. Kutan
Eugenia sp.
46. Torem
Manilakara kanosiensis
47. Puspa
Schima wallichii
48. Tisuk
Hibiscus macrophyllus
49. Kihiyang Albizia procera
50. Cemara Laut
Casuarina equisetifolia

Benih Cendana

 

Sumber acuan :

  1. Laporan Pembuatan Standar Mutu Benih Tanaman Hutan Tahun 2011. Direktorat Perbenihan Tanaman Hutan. Direktorat Jenderal Bina Pengelolaan DAS dan Perhutanan Sosial.
  2. Laporan Pembuatan Standar Mutu Bibit Tanaman Hutan Tahun 2011. Direktorat Perbenihan Tanaman Hutan. Direktorat Jenderal Bina Pengelolaan DAS dan Perhutanan Sosial.